Skip to content

Kunjungan Studi ke Home Team Academy

August 24, 2010

Kementrian Dalam Negeri Singapura membawahi beberapa instansi yang sama-sama bergerak dalam bidang penegakan hukum dan keamanan. Pegawai-pegawai dari instansi-instansi ini dididik dalam satu atap lembaga pendidikan yang dinamakan Home Team Academy. Yaitu Police Force, Immigration and Custom, Prison Department, dan Narcotics Beureau. Konsep ini digunakan dengan tujuan untuk mengintegrasikan sebuah sistem pendidikan diantara para aparat penegak hukum, agar terjadi saling kenal diantara petugas sehingga dapat membentuk tim yang solid nantinya saat bertugas. Selain itu juga untuk efisiensi penggunaan sumber daya seperti lahan, fasilitas, dan tenaga pendidik. Diantara kurikulum yang diajarkan kepada para siswanya ada beberapa yang sama, sehingga mereka akan belajar dalam sebuah kelas bersama, misalnya kuliah tentang wawasan kebangsaan. Namun untuk pelajaran tentang teknis tugas masing-masing, maka mereka akan dipisahkan sesuai dengan kebutuhannya.

Kedatangan Pejabat Utama dan Mahasiswa PTIK di Home Team Academy disambut oleh Superintendent Lee Chee Chiew yang menjabat sebagai Deputy Commander Training Command. Kegiatan diisi dengan presentasi dilanjutkan dengan pemutaran video, sekilas pembelajaran e-learning, tanya jawab dan peninjauan ke beberapa fasilitas pendidikan. Yaitu training village (tempat simulasi latihan) dan range complex (lapangan tembak modern). Home Team Academy, khususnya yang mendidik petugas polisi, tidak hanya mendidik seorang warga yang baru masuk menjadi anggota polisi, tetapi juga pendidikan di tingkat lanjutan. Selain itu juga melaksanakan pendidikan di level junior officer (bintara) juga senior officer (perwira).

Home Team Academy memiliki filosofi pendidikan yang integral, dengan didasarkan pencapaian tujuan untuk mengembangkan “Body, Mind, and Spirit” dari setiap petugas Home Team. Untuk menjadikan petugas yang siap pakai latihan yang dilaksanakan di home team juga didesain dengan 3 filosofi mendasar, yaitu: Berlatih sesuai dengan tugas apa yang akan dihadapi, untuk mengembangkan diri sebagai sebuah dalam sebuah kerjasama tim, menginternalisasi nilai-nilai kehormatan dan kesatuan secara formal dan informal.

Metode pembelajaran yang digunakan di Home Team Academy menerapkan proses pembelajaran dengan menggunakan Learning Management System (LMS). Yang termasuk di dalam LMS diantaranya adalah e-learning atau pembelajaran secara online melalui jaringan internet. Dicontohkan adalah pembelajaran mengenai Roadblock and Immediately Temporary Alarm (ITA). Maka seorang siswa dapat mendapatinya di dalam modul yang tersedia di jaringan internet. Diakhir modul belajar ini ada sebuah quis yang harus diisi. Modul ini sifatnya sebagai pembelajaran awal, sehingga ketika seorang siswa akan mengikuti kuliah di kelas, maka ia sudah mengerti tentang dasar dari pelajaran itu.

Lembaga pendidikan ini memiliki berbagai fasilitas pendidikan yang sangat memadai. Selain seperti yang biasa ditemukan dalam lembaga pendidikan kepolisian kita, Home Team Academy juga memiliki sebuah fasilitas latihan yang dinamakan sebagai Training Village. Konsep yang digunakan dalam fasilitas ini adalah membuat simulasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang sangat mirip dengan fasilitas publik dimana biasa terjadi kejahatan. Misalnya fasilitas pertokoan, disitu siswa polisi akan dilatih teknik dan taktik untuk menghadapi kejahatan seperti pencurian (pickpocket). Kemudian simulasi kereta Mass Rapid Transit (MRT), simulasi area perbankan lengkap dengan ATM-nya, toko emas, dan lain sebagainya. Selain simulasi TKP, akademi ini juga memiliki fasilitas simulasi kantor Neighbourhood Police Center (NPC). Dimana didalamnya terdapat berbagai fasilitas kantor polisi yang akan ditemuinya nanti saat penugasan. Seperti simulasi ruang interogasi, ruang eye different yang digunakan korban untuk melihat beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku, dan lain-lain. Berbagai fasilitas ini dibuat semirip mungkin kondisinya dengan situasi yang nyata sehingga membiasakan petugas pada saat berdinas nantinya.

2 Comments leave one →
  1. Nurul permalink
    March 2, 2011 5:49 am

    apakah patroli jalan sudah dilakukan di indonesia? apakah ada landasan teor untuk patroli jalan? terimakasih

    @Nurul: dari dulu patroli jalan kaki sudah dilaksanakan, biasanya di wilayah pusat perbelanjaan, keramaian, dsb.

  2. feria permalink
    March 28, 2011 10:55 am

    Bang, apa yang didapat dari kunjunga ke Singapura kemarin? koq sy tdk diajak bang?

    Bang, sebenarnya permasalahan apa yang cukup mendasar mengapa Polri belum “berubah” sesuai keinginan masyarakat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: