Skip to content

Catatan Jalanan dari Mesir

September 10, 2009
berpose dengan si spinx

berpose dengan si spinx

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, saya dapat mengunjungi negara-negara di kawasan afrika dan timur tengah, apabila saya tidak ikut dalam penugasan misi PBB di UNAMID Darfur. Sehingga ketika kesempatan itu datang, saya tentu sangat bersyukur. Salah satu kesempatan yang saya dapatkan beberapa waktu yang lalu adalah mengunjungi negara Mesir. Sebuah negara yang dikenal luas sebagai pusat kebudayaan dan religi yang memiliki sejarah besar tentang peradaban dunia sejak ribuan tahun sebelum masehi. Mesir adalah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di benua Afrika dan sebagaian kecil di semenanjung sinai yang merupakan bagian dari benua Asia. Mayoritas penduduk menganut agama Islam, menggunakan bahasa Arab. Mesir beribukota di Cairo, dan Iskandariyah (Alexandria) adalah kota terbesar kedua. Sebagian besar penduduk tinggal disepanjang sungai Nil. Sehingga wilayah lain yang sebagian besar berupa gurun sahara sepi dari pemukiman.

Cairo juga dikenal sebagai kota dengan seribu menara. Dimana-mana terlihat menara baik milik masjid atau gereja, termasuk juga bangunan-bangunan umum lainnya. Orang mesir memiliki tempareman keras dibandingkan kita yang terbiasa dengan adat ketimuran. Di tempat-tempat umum sering kita dapati orang beradu argumen tentang masalah-masalah yang mungkin sepele. Lalu lintas di mesir bisa saya bilang parah. Di Jakarta yang semrawut seperti itu saja ternyata jauh lebih baik daripada disini. Orang-orang mengemudi bagai pembalap di jalanan. Sehingga ketika menyeberang jalan raya dibutuhkan nyali yang besar juga, menunggu sepi dan harus berlari, ini bagian dari uji nyali saya selama disini. Dan sangat disayangkan sepertinya tidak ada jembatan penyeberangan yang disediakan bagi pejalan kaki. Traffic light seperti tidak pernah berfungsi dengan baik, kalo tidak ada petugas polisi yang mengatur, maka kendaraan akan saling serobot. Dan sepanjang pengamatan saya, mobil sebagus apa pasti ada luka-lukanya semacam gesekan atau bekas senggolan dengan kendaraan lain. Anda bisa bayangkan bagaimana itu terjadi. Juga anda akan sering mendengar deritan rem kendaraan di jalan-jalan raya.

di tempat-tempat umum orang membaca Al quran dgn khusyuk

di tempat-tempat umum orang membaca Al quran dgn khusyuk

Ada juga kebiasaan masyarakat Mesir yang saya anggap unik dan bagus. Mengingat saya kemana-mana hampir selalu menggunakan kendaraaan umum, sehingga saya dapat melihat secara langsung kebiasaan mereka. Di jalan-jalan, di atas kendaraan saya sering mendapati orang dengan khusyuk membaca Al Quran. Kita, bahkan sudah berada di masjid pun sering malas untuk membuka Al Quran, tapi mereka di jalan-jalan, waktu yang sempit, situasi yang ramai dan gaduh, masih bisa digunakan untuk membaca Al Quran. Dalam berkendaraan umum juga ada kebiasaan unik. Misalnya seorang penumpang yang duduk paling belakang akan membayar ongkos kepada sopir, dia cukup memberikan uang kepada penumpang didepannya, penumpang didepannya akan memberikan lagi kepada yang didepannya, demikian seterusnya sampai kepada si sopir. Apabila ada pengembalian ongkos juga begitu, dari sopir cukup memberikan kepada penumpang dibelakangnya, demikian seterusnya sampai kepada si pemilik lagi. Dan menurut kawan-kawan yang ada disini, belum pernah ada kejadian uang itu hilang selama proses tadi. Hebat juga ya pikir saya, kalo di Jakarta jangankan sampai sopir, hilang di tengah jalan mungkin iya… Ada lagi misalnya di bis kota, ada penumpang yang berdiri membawa barang bawaan, maka penumpang yang didekatnya, sekalipun tidak menawarkan tempat duduknya, maka dia akan membawakan barang bawaan penumpang yang berdiri tadi. Tidak ada kekhawatiran barang itu akan hilang atau rusak. Pertama saya pikir ini hanya kejadian sekali saja, ternyata di mana-mana juga saya melihat kejadian serupa. Wah berarti bagus sekali adat kebiasaan masyarakat disini, disamping, juga kebiasaan-kebiasaan buruknya.

Banyak tempat yang berhasil saya datangi selama di Mesir, diantaranya Bukit Sinai atau Tursina, Sharm El Syeikh, Alexandria, Giza, Moseum nasional, Benteng Solah El din, pasar Khan el Khalili, dan beberapa tempat lainnya. Masing-masing tempat memiliki kisah yang menarik. Semoga lain waktu saya dapat menuliskan kisah-kisah tersebut.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: