Skip to content

Bangsa Indonesia Itu Ramah dan Bersahabat

March 22, 2009

friendlyTanpa terasa perjalanan kami melaksanakan misi perdamaian di negara Sudan ini sudah memasuki bulan yang kelima. Hari-hari yang dipadati dengan kegiatan telah berhasil menyingkirkan rasa rindu terhadap keluarga dan tanah air. Meskipun juga rasa itu tetap saja hadir di sela-sela mimpi malam. Karena sejak subuh di pagi buta, bunyi peluit perwira pengawas telah mengacaukan keinginan kami melanjutkan mimpi-mimpi indah itu. Tapi kami tak kuasa menolak untuk segera bergegas dan beraktivitas kembali. Hingga larut malam mengharuskan kami melakukan patroli di lorong-lorong kamp pengungsi yang gelap, serta jalan-jalan berlubang yang tidak bersahabat.

Tanpa kami sadari kerja keras selama ini telah membuahkan hasil yang cukup membanggakan. Apabila di awal missi, kita seringkali diteriakin “Cina.. cina..” karena perawakan kami yang sama-sama dari Asia, padahal jelas berbeda (menurut info orang sini tidak suka dengan china), dengan mengacungkan ibu jari ke bawah, hingga saat ini, ibu jari itu sudah berbalik keatas, sambil mengucapkan “tamam..tamam..”, (adalah keyword yang digunakan masyarakat Sudan) dalam menyapa yang berarti “baik”. Bahkan secara diam-diam seorang “umda” (sebutan pemimpin kelompok di kamp pengungsi) mengirimkan sebuah surat ucapan terima kasih kepada kontingen FPU Indonesia karena dengan tulus ikhlas dan “tak kenal lelah” telah menjaga dan mengamankan lingkungan mereka. Padahal sebenarnya kami lelah juga, tapi tidak mengapa, asalkan tugas yang kami lakukan telah memberikan manfaat kepada orang banyak.

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, salah satu elemen yang bekerja sama dengan kami adalah Language assistant selain pihak militer dan police adviser. Tugas mereka membantu kami berkomunikasi dengan masyarakat lokal. Dan sebagai staf United Nations yang berasal dari orang lokal, tentu saja suara mereka juga mewakili suara rakyat Darfur pada umumnya. Mereka menilai setelah sekian lama bergaul dengan kami, bahwa orang Indonesia itu ramah dan bersahabat. Orang-orang Indonesia baik dan ramah dibandingkan dengan yang lain. Hal ini saya artikan bahwa kami telah berhasil mengambil hati masyarakat Darfur. Dan apa yang telah kita lakukan sehari-hari disini baik bergaul dengan masyarakat lokal maupun unsur UN yang lain, bukanlah sebuah sandiwara yang dibuat-buat. Sehingga memang pada dasarnya kita bangsa Indonesia memiliki karakter yang baik. Kita harus bangga dengan hal ini. Karena ini dapat kita jadikan sebagai modal dalam pergaulan di dunia internasional.

Selama ini pula kontingen FPU Indonesia telah telah banyak mendapatkan acungan jempol baik dari pihak pemerintah Sudan dan UNAMID sendiri. Mereka menilai FPU Indonesia sepatutnya dijadikan standar performa setiap FPU yang melaksanakan tugas di daerah misi. Mereka menilai kedisiplinan, peralatan, serta perilaku kontingan FPU Indonesia sangat baik. Bahkan unsur pejabat dari UNAMID dan pemerintah Sudan tak canggung-canggung menyampaikan pujian ini kepada delegasi baik dari Mabes Polri maupun anggota DPR yang berkunjung ke Darfur Sudan ini. Tentu hal ini merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan, sekaligus tantangan bagi FPU Indonesia untuk dapat meneruskan raport bagus ini sampai akhir misi nantinya. Hal ini tak lepas dari kerja keras setiap unsur personel FPU di lapangan. Pada akhirnya kami memohon doa restu semoga misi yang sudah tinggal setengah jalan ini dapat terus kami emban dengan baik, sampai nanti dapat kembali ke tanah air dengan membawa nama harum bangsa Indonesia, bangsa yang besar, ramah, dan bersahabat.

7 Comments leave one →
  1. March 26, 2009 3:15 pm

    Sekali melangkah pntang menyerah sekali tampil hrus brhasil,peace keeping force in sudan.PATROL & ESCORT IN REGIONAL POLICE of Metro jaya

  2. Joharmiko Siregar permalink
    April 5, 2009 7:33 pm

    pak tahun ini saya tamat SMA,tapi usia saya masih 17 tahun.Apakah saya bisa mengikuti penerimaan AKMIL?dengan mohon meminta informasi dari Bapak.Mohon bantuannya.

    @ Joharmiko Siregar : kalo Akmil saya kurang tahu ya.

  3. April 7, 2009 6:11 am

    ‘ramah’ = rajin menjamah:mrgreen:

  4. dr. renol H.S permalink
    April 20, 2009 2:52 pm

    sore mas..
    asyik banget ya bisa jadi bagian kontingen FPU…kalo di kontingen ada dokternya ga mas? dari dulu saya sbenarnya ogah masuk polisi, walau darah tribrata mengalir dalam tubuh, tapi belakangan kok jadi pengen masuk polisi..:) pengen jd bagian dari pasukan elite nya POLRI..
    ga tau masih bisa masuk ga, umur sya skrg 27 tahun, dan skrg tugas di papua sbg dokter ptt..
    semoga sukses dalam tugasnya mas..hormat!

    @ dr. renol H.S : Terima kasih dan salam kenal kembali. Di FPU ini ada juga dari dokter dan paramedis, termasuk fungsi lain yang mendukung kegiatan selama misi.

  5. June 2, 2009 4:59 pm

    salut buat perjuangan mas wahyu,
    semoga tetap istiqomah🙂

  6. July 12, 2009 10:03 pm

    SUKSES YAH fpu ,..

  7. mona_Al jaedies permalink
    February 13, 2010 2:28 pm

    BraVo FPU…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: