Skip to content

Sepotong Kisah Dari Negri Dispenser

January 21, 2009

Tanggal 12 Januari yang lalu adalah tepat tiga bulan saya berada di Darfur Sudan ini. Ada beberapa catatan pribadi saya mengenai hal-hal menarik yang saya temukan disini, diluar tugas-tugas rutin yang tentu menguras tenaga dan pikiran. Tidak hanya ‘fisik yang capek, tapi jiwa yang lelah’ kalo setiap saat memikirkan tugas-tugas.. weleh.. weleh.. !!$@%#$&* ) Atau saya saja ya yang merasa paling lelah dan capek.. hehe..  Jadi pada sepotong diary ini saya ingin menceritakan hal unik dalam hari-hari saya selama melaksanakan misi di negri Dispenser ini. Sekalian merefreshkan pikiran biar oke lagi saat melakukan tugas-tugas rutin yang mbosenin… (Ah Masakkk.. !!)

Kenapa saya menyebut dispenser, tentu saudara tau kalo dispenser adalah alat untuk menyimpan air minum bisa untuk air  panas dan dingin. Demikian juga disini, saat ini cuaca berubah dengan ekstrim dari siang ke malam. Apabila malam hari diperlukan pakaian rangkap tiga untuk menahan hawa dingin yang bisa mencapai suhu 4 derajat Celcius agar nyaman menikmati mimpi indah. Sedangkan siang hari mesti sering-sering minum air bila tidak ingin dehidrasi karena udara yang panas dan kelembapan udara yang rendah. Awalnya saya bingung apabila melakukan olah raga di sore hari, misalnya lari mengelilingi supercamp yang berjarak sekitar 5 km, tapi badan kita tidak mengeluarkan keringat sama sekali. Padahal kalo di Indonesia tidak perlu sampai 5 km mungkin badan sudah ‘gobyos’ keringat. Jadi ya karena itu tadi, kelembapan yang rendah membuat keringet yang keluar langsung hilang. Sehingga maksud hati olah raga untuk mencari keringat jadi kecewa karena keringatnya tidak tampak.

dahulu

dahulu

 

Pada awal kita datang di wilayah yang dinamakan supercamp ini, jangankan terlihat ada pohon, sekedar rumput ilalang pun tampaknya enggan tumbuh disini. Tanah di lahan ini berupa pasir semua, seperti yang diceritakan pada blog pak Wadan Saya, “Sands Everywhere”. Tadinya kami juga hampir pasrah saja, apa bisa menanam sekedar tumbuhan hijau-hijau di tanah ini. Biar suasananya tidak kuning semua, yang sering bisa membuat kita sakit ‘kuning’. Biar tampak hijau-hijau seperti di Indonesia yang subur makmur loh jinawi. Terdorong rasa itu, jadi setiap ada biji-bijian apa saja yang ditemukan kami sebar di dekat tenda-tenda kami. Setiap hari disiram meskipun juga ditegur pak komandan, lha wong air buat keperluan pokok aja kurang kok dipake nyiram-nyiram biji yang belum tentu mau tumbuh. Tapi dengan mengusung semangat tinggi memerangi climate change “Go Green” ehemm…. Ehhemm..  , gitu katanya, kami sisakan sedikit air-air untuk si biji-biji tadi. Seperti kalo wudhu dilakukan di atasnya biar berkah sholat yang kami lakukan turun juga kepadanya. Dan sekarang setelah tiga bulan berlalu, biji-biji itu telah tumbuh. Bermacam-macam tanaman jadi satu tempat, karena semua biji disebar saja. Ada semangka, gandum, bunga matahari, dan lain-lain. Nah ternyata bisa juga tanaman-tanaman ini tumbuh disini.

sekarang

sekarang

 

Di camp ini ada juga pasukan militer dari negri Senegal. Mayoritas mereka adalah muslim juga. Bermodalkan hal itu, tidak butuh lama bagi kami untuk saling mengakrabkan satu sama lain. ‘All moslem in the world are family’. Bahkan sering kita melakukan sholat Jumat bersama-sama. Meskipun bahasa Internasional mereka adalah Perancis, dan kita adalah bahasa Inggris, tapi tak masalah. Bahasa tubuh juga bisa membantu yang penting sama-sama paham. Hehe.. :D:D Ini yang bikin kita sama-sama tertawa karena setiap ngobrol harus disertai gerakan-gerakan tambahan. Bahkan ada cerita personel kita yang bersahabat dekat dengan orang senegal ini, setiap hari berlari bersama, bertukar makanan, souvenir, dan berniat berfoto bersama dengan seragam yang bertukaran, tapi sama sekali tidak saling mengerti bahasa masing-masing. Nah lho gimana tuh….!! @$%#$%#*^$

15 Comments leave one →
  1. January 21, 2009 9:08 am

    selamet berjuang pak Pol. sukses selalu🙂

  2. January 21, 2009 11:29 am

    semoga semakin asri campnya yaa😉

    oo iya, om polisi salam kenal ya🙂

    @ Krishna : makasih salam kenal kembali

  3. January 23, 2009 6:03 am

    Yang menanam itu orang Indonesia semua, Mas? Keren euy.. menyebarkan bunga-bunga..😛

    @ Kunderemp “An-Narkaulipsiy” Ratnawati Hardjito : ya mas, yang nanam ya kita2.. salam kenal 😀

  4. January 25, 2009 3:36 am

    imaging….
    bener2 membuktikan sesuatu yang awalnya tidak mungkin bisa menjadi mungkin jg, kan…???🙂

  5. January 25, 2009 12:32 pm

    siang pak.
    ijin tanya pak. kapan lg pengiriman pasukan ke sudan?
    apa harus fasih berbahasa inggris?
    klo bukan brimob bisa juga ngga jadi anggota FPU?
    mohon infonya ya pak..
    salam

    @ petrus : kalo bahasa inggris merupakan salah satu syaratnya. saya juga bukan brimob kok mas. Kalo penugasan FPU itu ada juga tim support yang anggotanya selain dari anggota brimob. saat ini sesuai info mabes akan menyeleksi untuk FPU 2 di Sudan juga

  6. popov permalink
    January 25, 2009 2:21 pm

    wuiiih kalo dah numbuh tanaman gitu pasti senengnya bukan kepalang ya bang….perjuangan 3 bulan membuahkan hasil…salut nih bang…mantaps…keren…seandainya tanaman singkong bisa numbuh…bisa bakar singkong sambil ngopi,rame2, asik bener ya sama pasukan dari negri laen….bisa tambah akrab lagi tuh bang…hehehehehe

    @ popov : bener bro, tapi sini kayaknya kita belum nemu tanaman singkong , kangen juga tuh singkong goreng..

  7. February 1, 2009 7:36 pm

    kampnya jadi keren ndan…, mudah2an dgn adanya bunga-bunga itu jadi tambah betah disana.
    sukses terus buat FPU INDONESIA ya ndan…

    @ fauzal zulkifli : makasih bro, ya minimal ada pemandangan hijau2nya kan..

  8. alfretjt permalink
    February 3, 2009 11:17 am

    semangat go green nya perlu sekali ditularkan tuh bro…
    by the way nyiramnya g pake air itu kan ???..

    @ alfretjt : 🙂

  9. Nice permalink
    February 19, 2009 11:10 am

    Askum..lam kenal & Succes slalu dgn semangat go green smgoa jadi tabungan akhirat OM POLICE..btw betah gak disana ?!

    @ Nice : salam kenal kembali, syukurlah kita mencoba selalu merasa betah disini

  10. dnald permalink
    February 26, 2009 10:23 am

    bang, sayang dong airnya dibuang2 buat siram tanaman, mending abang banyak2 minum terus gak usah dibuang di mck, langsung disana aja, btw sekali2 liatin kondisi camp nya dong bg

  11. zamrul permalink
    March 9, 2009 3:10 pm

    sampai kapan bang di sudan ?
    jadi pengen nyusul juga ne bang….!!

    @ zamrul : sampe oktober, banyak kesempatan bro.. kamu pasti nanti juga bisa !

  12. Budi H permalink
    March 21, 2009 2:37 am

    Wah, bagus tuh upaya pencegahan pemanasan global, & bisa jd oases…….menambah kesegaran pemandangan dgn hijau dan mekarnya bunga.

  13. April 5, 2009 3:36 pm

    Mohon ijin Komandan….tetap semangat dan semoga saya lulus fpu II sehingga sy bisa meneruskan misi polri ke sudan…salam BRIGADE.

    @ briptu helmi kurniawan : amin makasih. tetap semangat..

  14. harry haryadi permalink
    June 6, 2009 11:03 pm

    Pengalaman yang tak terlupakan. Gw angkat topi buat FPU yang penugasan disana….semoga selalu bisa mengharumkan POLRI dan Indonesia di dunia internasional….btw salam buat Anwar dan Ukoli ya, good luck N GBU.

    @ harry haryadi : terima kasih sudah mampir bg..

  15. Hadiyanto permalink
    June 18, 2009 8:49 pm

    Great!!!

    stelah mengabdikan diri kpd Bangsa, Nama POLRI sudah diakui di dunia Internasional. Semoga saya bisa melanjutkan kinerja dan kerja keras para perwira Polisi muda di kemudian hari, aminn…

    wish u all the best n tetep ikhtiar!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: