Skip to content

Dapatkah Infeksi Penyakit Mengancam Ketahanan Suatu Bangsa ?

December 25, 2008

kolera

Apa yang terjadi di negara Zimbabwe akhir-akhir ini perlu dijadikan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Dimana sesuai data yang dihimpun Badan urusan kemanusiaan PBB, sekitar 1000 orang telah meninggal dan belasan ribu orang lainnya sedang menderita akibat penyebaran wabah penyakit kolera. Wabah kolera menyebar dengan cepat, sementara fasilitas dan layanan kesehatan tidak dapat bekerja dengan baik. Disaat masalah infeksi penyakit kolera tersebut belum dapat dituntaskan sepenuhnya, isu yang berkembang telah memasuki ranah politik. Kepemimpinan Presiden Robert Mugabe yang telah berkuasa selama 28 tahun mendapat goncangan. Dia menuduh pihak Barat memberi dukungan pihak pemberontak oposisi, dengan sengaja menyebarkan kolera untuk menginvasi Zimbabwe dan berusaha untuk menjatuhkan kepemimpinannya.

Melihat kenyataan tersebut, bukan tidak mungkin hal itu akan menimpa negara kita. Kita memiliki cerita yang panjang mengenai infeksi penyakit, yang memiliki potensi untuk menjadi wabah seperti rabies, flu burung, penyakit mulut dan kuku (PMK). Simak saja kasus terakhir penyakit zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya)  bulan November 2008 kemarin dilaporkan 4 orang meninggal akibat rabies di Bali. Belum lagi jika kita melihat laporan dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyatakan bahwa lebih dari 250 foodborne disease (penyakit yang ditularkan melalui makanan), berita dari sini. Hal ini menarik untuk dikaji lebih jauh, di saat dunia keamanan internasional diramaikan dengan isu invasi yang melibatkan kekuatan militer seperti perang AS-Irak, Israel-Palestina, dan yang terakhir Rusia-Georgia, bersamaan itu pula isu invasi dengan kekuatan non-militer melalui penyebaran penyakit Kolera yang terjadi di Zimbabwe.

Keduanya sama-sama dapat dilihat sebagai suatu ancaman terhadap kedaulatan suatu bangsa. Bermula dari masalah kesehatan, wabah ini akan menyerang perekonomian bangsa. Kita lihat saja negara Zimbabwe saat ini memiliki tingkat inflasi yang sangat tinggi. Dan dengan kondisi penyebaran wabah penyakit yang demikian, negara-negara yang sering berhubungan tentu saja akan mengeluarkan travel warning bagi masyarakatnya untuk berkunjung ke negara itu. Anda tentu menyadari dampak travel warning ini khususnya terhadap dunia pariwisata dan bisnis. Disinilah wabah itu akan menyerang roda perekonomian suatu bangsa. Bisa ditebak dengan mudah apabila masalah wabah ini tak segera teratasi. Sendi-sendi sosial, politik dan keamanan akan menjadi bagian dari serangan berikutnya. Sebagai contoh pada tahun 2003, ribuan orang warga kota Chagugang, Cina melakukan penyerangan terhadap sebuah sekolah di wilayah tersebut karena beredarnya isu bahwa salah satu sekolah di wilayah itu akan dijadikan tempat penampungan penderita SARS. Masyarakat di wilayah tersebut merasa terancam oleh penularan yang mungkin terjadi jika sekolah tersebut terbukti benar dijadikan sebagai pusat karantina para penderita penyakit SARS. Selain itu, penghancuran juga dilakukan terhadap kantor dinas pendidikan setempat yang dianggap mengijinkan upaya tersebut (Koran Tempo/30 April 2003).

Apa yang terjadi di tingkat daerah apabila dibawa ke tataran Internasional, tentu akan menimbulkan ketegangan dengan negara-negara tetangga. Sampai pada tuduhan terhadap negara lain yang memiliki kepentingan politik terhadap bangsa itu.  Keseluruhan dampak negatif dari penyebaran wabah penyakit baik yang terjadi di tingkat domestik maupun internasional, menuntut perhatian kita memiliki paradigma baru perspektif ancaman keamanan dan ketahanan suatu bangsa tidak hanya melulu pada isu militer. Seriusnya ancaman yang dihadirkan oleh serangan wabah penyakit ini mendorong perlunya penanganan yang serius dan komprehensif baik oleh pemerintah dan aktor lainnya terhadap masalah ini.

6 Comments leave one →
  1. Krisnarjuna permalink
    December 27, 2008 8:25 pm

    yo yo yo yo sing penting ora jotos jotosan yo mas yo???? berats dah berpolitiks sekarang. Tp mantaps kisanak lanjutkan perjuangan.

    @ Krisnarjuna : hehehe.. maafkan hamba paduka !

  2. December 27, 2008 11:19 pm

    Makin mantap aja tulisan adek asuh ini, keep writing!

    @ sejutaasa : siap bg, saling mendoakan semoga sukses selaku kk asuh..

  3. December 28, 2008 2:46 pm

    Di Aceh, wabah MALARIA telah menyebabkan kelompok2 yg “berburu” atau “bertahan” di hutan menjadi lemah dan kesulitan untuk menerapkan suatu strategi.
    Menurut saya juga, Orang yang sakit tidak akan maksimal berpikir atau berproduksi, dan akan berpengaruh juga pada tingkat keimanan seseorang kepada Tuhan YME.
    Saya setuju bahwa infeksi penyakit dapat mengancam ketahanan suatu bangsa.
    Semoga DAN dan rekan2 selalu sehat dan jauh dari wabah penyakit.😉

    @ Roganda : Amin bro. Semoga sehat selalu..

  4. Budi H permalink
    January 3, 2009 5:39 am

    Good. Duty officer FPU ternyata jg pemerhati penyakit menular, sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan dalam melaksanakan tugas di Sudan. Happy New Year 2009. Sukses ya….

    @ Budi H : siap pak, supaya tetap inget pelajaran dulu..🙂

  5. January 3, 2009 5:28 pm

    wahh kalo pikiran semua polisi sehebat ini bagaimana majunya organisasi Polri di masa datang ya?
    Kalau menurut perspektif saya sebagai orang awam ya Ketahanan sebuah negara dapat diruntuhkan tidak hanya lewat kekuatan militer tapi bisa lewat banyak cara misalnya agama, ekonomi, sosbud dll. Tentunya infeksi penyakit pasti dapat mengancam ketahanan sebuah negara layaknya juga narkoba.., bukannya teroris pun juga menggunakan virus/penyakit dalam menyerang sasarannya?
    setuju bro.., hajar terus!

    @ pontas narotama hutajulu : siap, peace bg…

  6. January 13, 2009 7:10 am

    Ketahanan suatu negara adalah bersifat multi-dimensi, dimana tidak hanay serta-merta perihal militer dan defense-nya saja.. termasuk itu kesehatan dan pengembangan generusnya.

    Malaria, HIV/AIDS, serta penyakit2 lain-nya yang berdampak pada ketahanan populasi, konsistensi produktivitas populasi adalah ancaman terhadap ketahanan sebuah bangsa..

    Refleksi yang ada di afrika bisa menjadi acuan buat kita di tanah air agar bisa berbenah secara maksimal. Salam hangat dari afrika barat!

    @ luigi@pralangga.org : betul mas luigi, Salam hangat kembali dari darfur..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: