Skip to content

Polisi Juga Manusia

May 29, 2008

Selama kurang lebih satu tahun sejak awal tahun 2004, saya mendapat tugas sebagai Komandan Peleton Satuan Pengendalian Masa (Sat Dalmas) pada Direktorat Samapta Polda Metro Jaya. Selama itu pula hampir setiap hari tugas saya membawa anggota untuk menghadapi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat, yang pada saat itu memang sedang ramai-ramainya kegiatan menjelang Pemilu. Mulai dari gedung DPR, Bundaran HI, Istana, KPU, dan banyak tempat-tempat lain yang hampir teringat jelas bagaimana bentuk dan konturnya, karena tak jarang pula kami harus bermalam “menjagai” tempat tersebut.

Dari sedikit pengalaman itu, memang ada beberapa model unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dari elemen yang berbeda. Dan kalo pas yang demo dari rekan-rekan mahasiswa memang mereka yang paling senang kalo maen “dorong-dorongan” dengan kami.

Salah satu kejadian kecil yang menimpa rekan saya karena terkena lemparan con block pengunjuk rasa.

Satu kelompok pengendali masa sesuai protap dilengkapi oleh kelompok negosiator (biasanya Polwan) selain anggota Dalmas sendiri yang sudah dibekali dengan ketrampilan negosiasi. Ada juga kelompok pasukan brimob yang memback up di belakang pasukan dalmas, beserta kendaraan taktis seperti water cannon dan baracuda.

Setiap kegiatan pengendalian masa, selalu diawali dengan data intelejen tentang perkiraan situasi yang akan dihadapi pada saat unjuk rasa. Hal ini berkaitan dengan jumlah, elemen yang melakukan, ekskalasi, kemungkinan bentrok, dan sebagainya. Berdasarkan hal itu, maka akan disesuaikan komposisi pengiriman pasukan ke titik tujuan unjuk rasa.

Nah, disinilah selanjutnya peran masing-masing komponen kelompok pengendali masa itu dimulai. Di awal pasti, selalu dilaksanakan negosiasi, siapa yang memimpin unjuk rasa, apa yang diinginkan. Selanjutnya dicarikan solusi, biasanya perwakilan dari pendemo dipertemukan dengan pihak yang didemo. Menjadi suatu masalah apabila satu atau kedua pihak tidak mau duduk bersama untuk melakukan negosiasi atau negosiasi gagal. Jadilah disini Polisi menjadi tameng.

Yang namanya tameng, itu berguna untuk menahan benda-benda keras, tajam. Ya kalo tameng itu benda mati seperti dalam film Troy, pasti diam saja. Tapi karena tameng yang ada disini adalah manusia, sesabar apapun, pasti ada keterbatasannya. Pakar-pakar yang sering berbicara tentang Polri tidak profesional dalam menangani unjuk rasa, menurut saya, perlu sekali-kali dikasih seragam Polri suruh membawa tameng menghadapi unjuk rasa yang anarkis. Kita saksikan apa yang dapat dilakukannya menghadapi teriakan, ejekan, dorongan,tekanan, lemparan batu/kotoran dan semacamnya yang lebih parah lagi.

Situasi seperti itu di lapangan sangat berbeda sekali, dengan apabila kita hanya melihatnya kejadiannya terlebih hanya melalui layar televisi kemudian melontarkan kritik yang bermacam. Panasnya terik matahari, ditambah rasa letih, capek, lapar dan berbagai situasi lain yang mungkin dihadapi akan menjadi faktor kemana unjuk rasa itu akan berakhir.

Tentu unjuk rasa yang dilatarbelakangi dengan semangat simpatik, seperti pada tulisan saya terdahulu tentang “Demo Warga Bantul di DPR RI”, tidak diperlukan pasukan pengendali masa yang harus bersusah payah mengendalikan masa itu sendiri.

Jadi semua tentu berpulang kepada komponen yang berunjuk rasa. Aspek kausalitas memegang peranan penting. Polri bereaksi apabila ada aksi. Kalo unjuk rasa dilakukan dengan membawa pesan dengan cara yang santun tentu enak dilihat dan dirasakan baik bagi semua pihak. Tapi kalo niat berdemo sudah akan melakukan perbuatan anarkis tentu berhadapan dengan om Polisi sebagai “tameng hidup”.

Yah namanya Polisi juga manusia…

3 Comments leave one →
  1. June 8, 2008 9:54 pm

    Siap pak..! Hehehee… Gimana caranya sih masang ol visitor, n yang bagus2 pada side bar nDan? please reply to my email dong nDan : qaqanda@yahoo.com atau lagsung ke Blog sy az.. Tq nDan.. Oh ya pa kbr nDan?

  2. July 14, 2008 6:56 pm

    tambahin satu lagi mas…..Bhayangkari juga manusia…..ahahahahaha

  3. Reza Mahastra permalink
    February 13, 2009 5:03 pm

    Setuju mas..

    Semoga saya dikasi jalan bisa diterima tahun ini..amin..Sampai bertemu kalo saya ternyata dikasi jalan..salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: